Kamis, 07 Desember 2017

DESIGN FOR ENVIRONMENT


            Design for environment (DfE) adalah pendekatan desain untuk mengurangi dampak kesehatan dan lingkungan keseluruhan dari suatu produk, proses atau layanan, di mana dampak dipertimbangkan sepanjang siklus hidupnya. Adapun pengertian lain yaitu Perancangan bagi Lingkungan (Design for Environment - DfE) adalah pendekatan sistematik untuk mengevaluasi konsekuensi dampak lingkungan dari produk dan proses-prosesnya, dan dampaknya pada kesehatan manusia dan lingkungan (Fiksel, 1996). DfE (Design for Environment) menurut Environment Australia (1999) adalah proses untuk mengurangi dampak lingkungan dari produk yang dirakit perusahaan dengan menerapkan perbaikan pada tahap desain.
DfE memiliki hubungan erat dengan Life Cycle Analysis (LCA). LCA adalah  alat untuk menilai potensi dampak lingkungan dari sistem produk atau jasa pada semua tahap. Ada beberapa dalam menganalisis LCA,yaitu:
1.      Siapkan pilihan desain yang diusulkan.
2.      Mengidentifikasi siklus hidup, termasuk daur ulang dan pembuangan.
3.      Identifikasi semua bahan dan sumber energi yang digunakan.
4.      Identifikasi keluaran dan aliran limbah.
5.      Mengukur dampak masing-masing bahan, energi, limbah.
6.      Dampak agregat ke dalam kategori untuk perbandingan.
Dari sini bisa terlihat hubungan antara DfE dan LCA sangatlah berkesinambungan sehingga DfE terlebih dulu menciptakan desain untuk mengurangi dampak lingkungan untuk produk dan jasa barulah LCA menilai potensi dampak lingkungan untuk produk atau jasa. Adapun prinsip-prinsip utama dari DfE,yaitu:
1.      Memperbaiki keselamatan pekerja, kesehatan masyarakat, dan kesehatan lingkungan sementara juga menjaga atau memperbaiki kinerja dan kualitas produk. Cara lain meletakkan hal ini adalah mengurangi resiko pada pekerja, masyarakat, dan lingkungan.
2.      Menggunakan sumberdaya secara bijaksana.
3.      Menggabungkan pertimbangan lingkungan kedalam disain dan redisain produk, proses, dan teknis sistem manajemen.

Ada beberapa langkah dalam pembuatan DfE,yaitu:

1.      DfE dimulai dengan mempelajari dan menguji semua aspek produksi dari komoditas tertentu, termasuk didalamnya sumber bahan mentah, perakitan, distribusi, penggunaan, dan pembuangan akhir.
2.      Pada setiap tahapan tersebut, dampak pada lingkungan dan kesehatan manusia ditangani.
3.      Tahap selanjutnya adalah mempertimbangkan pilihan untuk mengurangi dampak lingkungan tersebut dengan memperbaiki disain produk.


Berikut Gambaran Proses DfE dalam bentuk bagan,



Berikut beberapa Manfaat dari DfE :
1.      Hasil akhir dari suatu barang yang menerapkan konsep DfE biasanya memiliki dampak yang kecil terhadap lingkungan dan jangka umur dari barang tersebut juga lebih panjang sehingga tidak akan menumpuk limbah yang mengakibatkan kerusakan lingkungan sekitar.
2.      Dalam suatu proses DfE menyediakan data dan hal-hal yang penting untuk memasarkan produk tersebut agar dapat eco labelling.
3.      Produk “green” yang sudah tertanam dalam benak masyarakat adalah produk tersebut tahan lama, ramah lingkungan dan tentunya memberikan dampak yang baik untuk kesehatan penggunanya.
4.      Biaya produksi dari barang yang memiliki konsep DfE relatif murah bagi beberapa pihak yang sudah pernah memproduksi barang non DfE dan DfE.
5.      Pengurangan jumlah material dan sumberdaya yang digunakan untuk merakit produk dapat mengurangi limbah dan polusi yang diciptakan, dan selanjutnya biaya pembuangan limbah.
6.      Beberapa negara biasa memanggil beberapa perusahaan yang produknya sudah melewati masa berlakunya biasanya ini disebut dengan “Extendend Producer Responsibility” (EPR). Dari masalah tersebut dapat kita lihat bahwa DfE bisa mengatasi masalah tersebut karena produk dari DfE memiliki produk yang tahan lama.

Referensi



0 komentar:

Posting Komentar