Rabu, 25 Oktober 2017

PENCEMARAN AIR

               
Gambar Pencemaran Air ( wall.alphacoders.com )

A.    Pengertian Pencemaran Air
Istilah pencemaran air atau polusi air dapat dipersepsikan berbeda oleh satu orang dengan orang lainnya mengingat banyak pustaka acuan yang meremuskan definisi istilah tersebut, baik dalam kamus atau buku teks ilmiah. Pencemaran air adalah masuknya polutan ke dalam air atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai pada tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya PP RI No. 82 Tahun 2001 (Sulistyorini, 2009). Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampung air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat dari aktivitas manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan mereka sendiri. Pada umumnya, pencemaran air berarti terdapat suatu zat yang tercampur didalam air dan menyebabkan masalah bagi makhuluk hidup.
B.     Indikator Pencemaran Air
Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tecemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati dan digolongkan menjadi :
a.       Pengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air bedasarkan tingkat kejernihan air(kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna, rasa dan bau.
b.      Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang terlarut, perubahan pH.
c.       Pengamatan secara biologis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.

C.     Sumber Pencemaran Air
Banyak penyebab sumber pencemaran air, tetapi kita dapat kategorikan menjadi 2 yaitu sumber kontaminan langsung dan tidak langsung.
a.       Sumber Kontaminan Langsung
1.      Efluen yang keluar dari industry
2.      Tempat Pembuang Akhir(TPA) sampah
3.      Limbah rumah tangga
4.      Limbah industri kecil
5.      Limbah pertanian
6.      Limbah pertambangan
7.      Bahan buangan padat
8.      Bahan buangan anorganik
9.      Bahan buangan organic dan olahan bahan makanan
b.      Sumber Kontaminan Tidak Langsung
1.      Kontaminan yang memasuki badan air tanah
2.      Kontaminan yang memasuki air tanah melalui hujan
D.    Dampak Pencemaran Air
Pencemaran air berdampak sangat luas, misalnya dapat meracuni air yang kita konsumsi sehari-hari, meracuni makanan yang menggunakan air yang tercemar, menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau, dan pengrusakan hutan akibat hujan asam.
Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi dalam 4 kategori KLH (dalam Lina, 2004) yaitu :
1.      Dampak terhadap kehidupan biota air
Banyaknya zat pencemar pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga akan mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.
2.      Dampak terhadap kualitas air tanah
Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini telah dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di daerah Jakarta.
3.      Dampak terhadap kesehatan
Dengan air sebagai sumber kehidupan banyak makhluk hidup, hal ini menyebabkan air juga dapat ditinggal bakteri pathogen, sarang insekta penyebar penyakit, dan air sebagai media untuk hidup vector penyakit. Sehingga sangat mudah bagi air untuk membawa berbagai penyakit.
4.      Dampak terhadap estetika lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan.

E.     Solusi Pencemaran Air
Ø  Solusi Pencemaran Air
1. Melalui Pendidikan
Membuat orang sadar akan masalahnya adalah langakah pertama untuk menyelesaikannya, karena apabila mereka mengetahui apa saja yang akan terjadi apabila pencemaran ini tetap berlanjut mereka akan tersadarkan secara perlahan.
2. Peraturan Hukum
Memiliki aturan yang jelas tentang sanksi yang akan diberikan apabila terbukti mencemari lingkungan, sehingga tidak ada lagi celah untuk para pelaku yang tidak bertanggung jawab.
3. Ekonomi
Sebagian besar ahli lingkungan sepakat bahwa cara terbaik untuk mengatasi polusi adalah melalui sesuatu yang disebut prinsip pencemar membayar. Ini berarti siapapun yang menyebabkan polusi harus membayar untuk membersihkannya, dengan segala cara.
4. Remediasi
Cara pertama untuk menanggulangi pencemaran air tanah adalah remediasi. Kegiatan yang perlu dilakukan adalah memulihkan kembali permukaan tanah yang telah mengalami pencemaran. Pemulihan ini dilakukan dengan cara membersihkan permukaan tanah dari polutan. Remediasi terdiri dari in situ dan ex situ.
5. Bioremediasi
Pembersihan tanah dengan teknik bioremediasi ini dilakukan dengan cara menambahkan mikroorganisme seperti jamur vesikular arbuscular mikoriza dan bakteri pengurai dalam tanah.
6. Menghemat Penggunaan Air
Metode menghemat air adalah metode yang paling sederhana dalam menangani pencemaran air, namu juga yang paling utama. Hal ini dapat menjadi solusi karena semakin sedikit air yang kita gunakan maka semakin sedikit pula air yang mengalami pencemaran.
7. Membuang Sampah pada Tempatnya
Membuang sampah menurut jenis sampahnya. Jika sampah yang dibuang sudah dikelompokkan berdasarkan jenisnya maka untuk pengolahan selanjutnya lebih mudah dan dapat mengetahui bagaimana sampah tersebut ditangani.
8. Melakukan Servis Kendaraan
Melakukan servis kendaraan secara rutin mungkin tidak ada kaitannya dengan pencemaran air. Namun perlu diperhatikan bahwa kendaraan yang tidak diservis secara rutin sangat mungkin terjadi kebocoran oli atau bahan kimia lainnya yang berujung dengan kontaminasi air.
9. Mengawasi Penggunaan Pupuk Kimia dan Pestisida
Meskipun pupuk pestisida sangat membatu para petan untuk menyuburkan tanaman dan membunuh hama, tetap saja memiliki dampak negatif. Perlu diingat bahwa air yang sudah terkontaminasi oleh kedua bahan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi lagi oleh makhluk hidup.

F.      Referensi