Gambar Pencemaran Air ( wall.alphacoders.com )
A. Pengertian Pencemaran Air
Istilah pencemaran air atau polusi air dapat
dipersepsikan berbeda oleh satu orang dengan orang lainnya mengingat banyak
pustaka acuan yang meremuskan definisi istilah tersebut, baik dalam kamus atau
buku teks ilmiah. Pencemaran air adalah masuknya polutan ke dalam air atau
berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai
pada tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sesuai
peruntukannya PP RI No. 82 Tahun 2001 (Sulistyorini, 2009). Pencemaran air
adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampung air seperti danau,
sungai, lautan dan air tanah akibat dari aktivitas manusia yang kurang peduli
terhadap lingkungan mereka sendiri. Pada umumnya, pencemaran air berarti
terdapat suatu zat yang tercampur didalam air dan menyebabkan masalah bagi
makhuluk hidup.
B. Indikator Pencemaran Air
Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah
tecemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati dan digolongkan
menjadi :
a.
Pengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air bedasarkan tingkat
kejernihan air(kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna,
rasa dan bau.
b.
Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat
kimia yang terlarut, perubahan pH.
c.
Pengamatan secara biologis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan
mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.
C. Sumber Pencemaran Air
Banyak penyebab sumber pencemaran air, tetapi kita
dapat kategorikan menjadi 2 yaitu sumber kontaminan langsung dan tidak langsung.
a.
Sumber Kontaminan
Langsung
1.
Efluen yang keluar
dari industry
2.
Tempat Pembuang
Akhir(TPA) sampah
3.
Limbah rumah
tangga
4.
Limbah industri
kecil
5.
Limbah pertanian
6.
Limbah
pertambangan
7.
Bahan buangan
padat
8.
Bahan buangan
anorganik
9.
Bahan buangan
organic dan olahan bahan makanan
b.
Sumber Kontaminan
Tidak Langsung
1.
Kontaminan yang
memasuki badan air tanah
2.
Kontaminan yang
memasuki air tanah melalui hujan
D. Dampak Pencemaran Air
Pencemaran air berdampak sangat luas, misalnya dapat
meracuni air yang kita konsumsi sehari-hari, meracuni makanan yang menggunakan
air yang tercemar, menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau,
dan pengrusakan hutan akibat hujan asam.
Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi dalam 4
kategori KLH (dalam Lina, 2004) yaitu :
1.
Dampak terhadap
kehidupan biota air
Banyaknya
zat pencemar pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut
dalam air tersebut. Sehingga akan mengakibatkan kehidupan dalam air yang
membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.
2.
Dampak terhadap
kualitas air tanah
Pencemaran
air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini telah
dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di daerah Jakarta.
3.
Dampak terhadap
kesehatan
Dengan
air sebagai sumber kehidupan banyak makhluk hidup, hal ini menyebabkan air juga
dapat ditinggal bakteri pathogen, sarang insekta penyebar penyakit, dan air
sebagai media untuk hidup vector penyakit. Sehingga sangat mudah bagi air untuk
membawa berbagai penyakit.
4.
Dampak terhadap
estetika lingkungan
Dengan
semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan, maka
perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang
menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan.
E. Solusi Pencemaran Air
Ø Solusi Pencemaran Air
1. Melalui
Pendidikan
Membuat
orang sadar akan masalahnya adalah langakah pertama untuk menyelesaikannya,
karena apabila mereka mengetahui apa saja yang akan terjadi apabila pencemaran
ini tetap berlanjut mereka akan tersadarkan secara perlahan.
2. Peraturan
Hukum
Memiliki
aturan yang jelas tentang sanksi yang akan diberikan apabila terbukti mencemari
lingkungan, sehingga tidak ada lagi celah untuk para pelaku yang tidak
bertanggung jawab.
3.
Ekonomi
Sebagian
besar ahli lingkungan sepakat bahwa cara terbaik untuk mengatasi polusi adalah
melalui sesuatu yang disebut prinsip pencemar membayar. Ini berarti siapapun
yang menyebabkan polusi harus membayar untuk membersihkannya, dengan segala
cara.
4. Remediasi
Cara
pertama untuk menanggulangi pencemaran air tanah adalah remediasi. Kegiatan
yang perlu dilakukan adalah memulihkan kembali permukaan tanah yang telah
mengalami pencemaran. Pemulihan ini dilakukan dengan cara membersihkan
permukaan tanah dari polutan. Remediasi terdiri dari in situ dan ex situ.
5.
Bioremediasi
Pembersihan
tanah dengan teknik bioremediasi ini dilakukan dengan cara menambahkan mikroorganisme
seperti jamur vesikular arbuscular
mikoriza dan bakteri pengurai dalam tanah.
6.
Menghemat Penggunaan Air
Metode
menghemat air adalah metode yang paling sederhana dalam menangani pencemaran
air, namu juga yang paling utama. Hal ini dapat menjadi solusi karena semakin
sedikit air yang kita gunakan maka semakin sedikit pula air yang mengalami
pencemaran.
7. Membuang
Sampah pada Tempatnya
Membuang
sampah menurut jenis sampahnya. Jika sampah yang dibuang sudah dikelompokkan
berdasarkan jenisnya maka untuk pengolahan selanjutnya lebih mudah dan dapat
mengetahui bagaimana sampah tersebut ditangani.
8.
Melakukan Servis Kendaraan
Melakukan
servis kendaraan secara rutin mungkin tidak ada kaitannya dengan pencemaran
air. Namun perlu diperhatikan bahwa kendaraan yang tidak diservis secara rutin
sangat mungkin terjadi kebocoran oli atau bahan kimia lainnya yang berujung
dengan kontaminasi air.
9.
Mengawasi Penggunaan Pupuk Kimia dan Pestisida
Meskipun
pupuk pestisida sangat membatu para petan untuk menyuburkan tanaman dan
membunuh hama, tetap saja memiliki dampak negatif. Perlu diingat bahwa air yang
sudah terkontaminasi oleh kedua bahan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi
lagi oleh makhluk hidup.
F. Referensi
